Sosialisasi Rekrutmen PolriTerkain dengan dimulainya proses rekrutmen anggota Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dan Bintara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang baru, pada 29 April 2009, Polri mengadakan sosialisasi kepada mahasiswa-mahasiswa
FISIP Unair. Sosialisasi yang berlangsung di ruang Adi Sukadana Gedung A FISP tersebut dihadiri oleh AKBP Djoko Hariutomo selaku Kapolres Surabaya Utara beserta beberapa perwakilan dari pihak kepolisian. Menurut Djoko, dalam proses perekrutan calon siswa baik Taruna Akpol maupun Bintara, Polri berusaha menetapkan prinsip-prinsip seperti bersih, akuntabel, humanis, dan transparan. Bersih artinya tidak ada celah dari pihak manapun untuk melakukan tindak Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Akuntabel berarti pelaksanaan dan hasil rekrutmen dapat dipertanggungjawabkan. “Sedangkan humanis berarti calon siswa diperlukan manusiawi selama mengikuti rekrutmen dan transparan artinya tahapan rekrutmen dan seleksi dilaksanakan secara terbuka “ terang Djoko. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh para calon siswa baik Taruna maupun Bintara. Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan administrasi awal, kesehatan tahap I (fisik) dan parade, pemeriksaan psikologi, ujian kemampuan akademik (khusus seleksi Akpol), pemeriksaan kesehatan tahap II (laboratorium), pengujian dan pemeriksaan kemampuan jasmani, pemeriksaan administrasi akhir, siding penetapan kelulusan sementara, penentuan akhir, dan buka pendidikan. Sosialisasi ini ternyata menerik minat banyak
mahasiswa FISIP. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang berkaitan dengan materi sosialisasi yang telah di sampaikan. Misalnya, masalah transparasi dalam perekrutan Akpol, di Akpol, tidak ada jalur khusus dalam penerimaan calon polisi baru. Sebab calon siswa yang diterima memang orang-orang yang layak menjadi polisi ujar Djoko. Tidak hanya itu Polri juga melarang adanya oknum yang memanfaatkan kesempatan dalam proses perekrutan. Kalau ada yang ketahuan terlibat, akan ada sangsi tegas yaitu dikeluarkan dari keanggotaan Polri, ucap Djoko. Dalam perekrutannya, Polri memang membutuhkan calon siswa dengan latar belakang sarjana SI atau S2. namun Polri tidak menutup kemungkinan bagi lulusan SMA atau SMK untuk menjadi Polisi. Terbukti pada tahun 2009 ini, ada 200 lulusan SMA yang direkrut menjadi calon polisi. Mengenai masa depan lulusan Taruna Akpol dan Bintara Polri, bergantung pada usaha masing-masing individu. Tetapi Polri tetap memberikan kesempatan bagi para lulusan Taruna Akpol dan Bintara Polri untuk melanjutkan pendidikan S2 atau S3. apalagi kalau berhasil mendapat beasiswa dari Negara, lulusan Taruna Akpol dan Bintara Polri bisa belajar hingga ke luar negeri, misalnya ke Amerika Serikat, Selandia Baru, Belanda, atau Australia kata Djoko
(int/rfa)